Senin, 04 April 2011

Bob Marley

Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.
Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.
The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973–berisi hits “Get Up, Stand Up” dan “ I Shot the Sheriff” yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.
Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman.
> dari berbagai sumber.
Perjalanan Reggae di Indonesia ::
Reggae, seperti dikatakan etnomusikolog Jacob Edgar, merupakan jenis musik yang mudah beradaptasi dengan beragam lingkungan kultural.
Musik Reggae sebetulnya sudah lama digaungkan di Indonesia sekitar awal tahun 1980, dengan munculnya band Reggae Abreso dalam acara Reggae Night di Taman Impian Jaya Ancol.
Pada tahun 1986 band yang seluruhnya personil pemuda asal Papua ini pernah performing di Christmas Island selama tiga bulan yang diprakarsai oleh Yorries Raweyai. Pada tahun 1984 Abreso pernah rekaman lagu-lagu Reggae.
Selain itu, masih di era tahun 1980-an ada lagu “Dansa Reggae” yang dinyanyikan oleh Nola Tilaar iringan musik oleh Willie Teuguh.
Lagu ciptaan Melky Goeslaw itu adalah salah satu lagu Reggae yang mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang kultural bisa ramai-ramai menikmati reggae. Dengar liriknya: "Orang Jawa bilang, ’monggo dansa reggae’!"
Pada tahun 1980 "Abreso"
Tahun 1986 “Black Company”.
Tahun 1988 "Air Mood"
Akhir tahun 1989 "Asian Roots".
Tahun 1989 "Rastafara "
Tahun 1989 "Asian Rasta"
Tahun 1990 "Imanez"
Tahun 1993 "Asian Force"
Tahun 1993 "Jamming"
Tahun 1994 "Kingky Reggae"
Tahun 1997 "Batavia Reggae"
Tahun 1997 "Sireum Ateul"
Tahun 1998 "Souljah"
Tahun 1999 "Matahari"
Tahun 2000 "Marapu"
Tahun 2001 "Gangstarasta"
Tahun 2002 "Flobaja"
Tahun 2002 "DeJenks"
Tahun 2003 "Ras Muhamad"
Tahun 2003 "Green Savanna "
Tahun 2004 "My Reggae"
Tahun 2004 "Mozambique"
Tahun 2004 "Little Birds"
Tahun 2004 "Primitif"
Tahun 2004 "Peron 1"
Tahun 2005 "Taffgong"
Tahun 2005 "Pasukan Lima Jari"
Tahun 2005 "Masamune"
Tahun 2005 "Secret Place"
Tahun 2005 "Lokal Ambience"
Tahun 2005 "The Red Lock "
Tahun 2006 "Soya"
Tahun 2006 "Bakscherrys"
Tahun 2006 "Soundxinor's"
Tahun 2006 "PMS & The People"
Tahun 2006 "Jamaican Soul"
Tahun 2007 "Teh Manis"
Tahun 2007 "D'Lobbies"
Tahun 2007 "The Babylonians"
Tahun 2007 "Joe DeWine "
Tahun 2007 "Pa'Ce Rasta"





















 

Reggae Indonesia Vibration ::



Why, why do I love the music why does it made it dancin’ once it turns once it plays and my feet start to sway ..
Sebait lirik lagu dari single Jamaica’s Away (Souljah), yang belakangan sedang sering diputar di radio-radio, sangat menggambarkan musik reggae. Jamaica sendiri memang enggak bisa kita lupakan saat kita berbicara tentang musik ini. Beberapa sumber mengatakan, musik ini gara- gara orang Jamaika mengadopsi variasi sinkopisasi rhythm gitar dari new orleans R&B yang mereka dengar dari radio di tahun 60-an. Lalu, sedikit up tempo, terciptalah musik ska yang menjadi cikal bakal reggae. Ada lagi sumber yang mengatakan bahwa ska berawal dari musik asli Jamaika yang bernama mento, yang berkembang sejak tahun 40-an.
Akhirnya saat musim panas, orang terlalu malas untuk berdansa up tempo. Sedikit mengendurkan tempo musik, irama lebih mengayun dan terkesan bermalas-malasan, itu yang sekarang kita kenal dengan reggae. Beberapa nama "pahlawan" reggae bermunculan, dari Jimmi Cliff, Horace Andy, sampai akhirnya melahirkan seorang legenda bernama Bob Marley.
Bob Marley
Bob Marley memang paling berpengaruh di dunia reggae. "Reggae mulai makin dikenal luas setelah Bob Marley meninggal," begitu pendapat Tony Q, yang identik dengan reggae di Twelve Blues Bar, Menteng, Jakarta, setiap Rabu dan Jumat. Lagu-lagu Bob Marley yang meninggal di tahun 1981 ini sering terdengar di songlist- nya. Bersaing dengan lagu-lagu karyanya sendiri yang sudah terkumpul dalam dua Album.
Di Bali, lagu-lagu Bob Marley juga menguasai panggung-panggung musik reggae. Apache, sebuah bar yang identik dengan reggae di kawasan Legian, hampir tiap hari mengumandangkan lagu-lagu Bob Marley. "Senin khusus membawakan lagu-lagu Bob Marley. Selasa lagu lain, diselingi lagu-lagu Bob Marley. Lha, Bob Marley thok?" protes seorang pemerhati kesenian bermusik di Bali, Rudolph Dethu. "Reggae enggak cuma paman Bob (Bob Marley), tapi juga ada Peter Tosh, Black Uhuru, Jimmy Cliff, dan sebagainya. Dan Reggae itu secara tidak langsung menembus kawasan elektronika, yaitu Drum N’ Bass," tambah Dethu lagi. "Kami sempat mau bawain selain Bob Marley, tapi pasti ada yang minta lagu-lagu Bob Marley," komentar Joni Agung musisi Reggae yang mengisi acara setiap Senin di Apache.
Reggae "vibration"
Seperti kata Dethu, reggae sebenarnya memang sudah beranak pinak. Bahkan, sejak awal kemunculan reggae, ada Alton Ellis dengan rocksteady (sekarang kayak No Doubt gitu deh). Dan Lee "scratch" Perry memulai memakai sampling- sampling suara, yang membuat musiknya disebut dub. Dan bermunculanlah rock and folk base ala Bob Marley sampai yang sangat pop oriented seperti yang dilakukan oleh UB 40.
Di Yogyakarta tidak ada bar yang identik dengan reggae. Tapi, lewat acara kampus yang ada hampir tiap minggu, band-band reggae unjuk gigi. Berbicara reggae di Yogyakarta tak bisa memalingkan muka dari sebuah grup ska yang masih konsisten hingga sekarang, Shaggy Dog. Sejak berdirinya di tahun 1995, band ini memang mematok ska reggae sebagai aliran hidup mereka. "Kowena," ujar Heru, sang vokalis Shaggy Dog, saat diminta menyebut nama band reggae Yogya favoritnya. Sayang, Kowena sepertinya tidak terlalu berminat hidup. Sempat muncul sekali di Citos, lalu menghilang lagi. "Tapi, sekarang banyak banget band reggae di Yogya dan variatif," tambah Heru.
Heru sendiri memuaskan jiwa reggaenya lewat Dub Youth. "Kalau ini reggae campur elektronika," jelasnya tentang proyek Dub Youth yang dimulai sejak dia memiliki sebuah groove box.
Reggae "got soul"
Belakangan mungkin orang tidak merasakan kehadiran reggae secara jelas. Tapi, begitu banyak band yang terpengaruh oleh reggae. Dari yang ngepunk (Rancid), rocksteady (No Doubt), ragga (Shaggy & Sean Paul), Dancehall (Outkast), sampai yang rock ’n folk (John Buttler Trio). Di dalam negeri, setelah era keemasan Anak Pantai-nya almarhum Imanez, Tony Q tidak berjuang sendirian. Ada Steven & Coconuttreez yang punya single Welcome To My Paradise. Sekilas band ini mengingatkan kita kepada Big Mountain yang ngetop lewat Baby, I Love Your Way beberapa tahun lalu. Joni Agung di Bali juga melepas album Reggae Mebasa Bali (reggae berbahasa Bali).
Yang paling anyar adalah band asal Bekasi yang baru saja merilis album Breaking The Roots, Souljah. Reggae yang dimainkan Souljah lebih cenderung memasuki daerah elektronika. Banyak nuansa ragga lewat toasting (semacam ngerap dengan gaya Jamaika), dan beat dancehall untuk lagu-lagu berirama riang mereka. Bahkan, belakangan band-band papan atas mencoba memainkan reggae. Seperti Dewa yang mencoba berdansa lewat lagu Matahari, Bulan, Bintang. "“Setiap orang boleh saja main reggae. Yang penting ada soul-nya," ujar Gung Jon mengomentari soal ini. "Lagu itu bagus, tapi kurang bagus untuk dibilang reggae," kata Heru. Ia lebih memilih lagunya Nugie, Bisa Lebih Bahagia. Terlepas dari siapa dan bagaimana memainkannya, semua pentolan reggae itu setuju kalau fenomena itu cukup membantu mengenalkan reggae ke tingkat yang lebih luas.
Reggae "jammin"
Perluasan reggae di Indonesia ini begitu terbuka. Setiap pemusik ini punya jalan masing-masing untuk menyebarkan musik reggae. Tony Q dengan senang hati berbagi panggung dengan band-band reggae baru. "Tadi ada band Bekasi, namanya Peron One. Minggu depan ada lagi, namanya The Dread," ujar Tony sambil tersenyum seusai pertunjukannya pada Rabu malam di Blues Bar.
Steven & Coconuttreez adalah salah satu yang dulu rajin "mengganggu" panggung Tony Q. Sekarang Steven sudah merilis debut album The Other Side. Steven juga sedang giat mengumpulkan band-band reggae untuk diajak bikin proyek album kompilasi.
Joni Agung di Bali tak pernah berhenti bermain reggae. Senin dia akan berada di Apache Bar. Selasa dan Jumat dia manggung di Soda Bar, Sanur. Lalu, Minggu dan Rabu pesta reggaenya di gelar di Putra Bar, Ubud.
Heru "Shaggy Dog" tidak hanya aktif menyebarkan reggae lewat panggung. Tapi juga lewat siaran radio. Bersama sang manajer Dread Met, mereka punya program Simmerdown di Star FM Yogya. Geronimo FM, Yogya, juga punya acara Rabu Reggae yang usianya sudah cukup lama.
Jika ingin menikmati reggae di Jakarta, kita juga bisa datang ke Parc, yang menawarkan DJ-DJ yang memainkan lagu-lagu dub & reggae setiap Selasa. Drum N’ Bass yang cenderung elektronika sekarang ini juga mulai sering jadi musik tema di tempat-tempat klubing yang biasanya di dominasi hip-hop dan R&B.
Ternyata Indonesia memang cukup berpotensi untuk reggae. Ada dua band yang jaringannya sudah internasional. Tony Q dan New Rastafara terdaftar sebagai headliners di acara Legend Of Rasta Reggae Festival (www.legendsofrastareggaefestival.com). Dan Shaggy Dog yang rencananya pertengahan tahun ini berangkat ke Festival Mundial, Belanda, untuk yang kedua kalinya. Dan bukan tidak mungkin akan makin banyak band-band pop/rock lain yang menyelipkan reggae dalam musik mereka.

Selasa, 29 Maret 2011

Cara Mengatasi Error E13 MP258

Cara Mengatasi Error E13 MP258

Kali ini kang Eko akan membahas Error E13 pada MP258. Kejadian ini mungkin cukup membingungkan bagi yg belum pernah mengalaminya. OK langsung saja menuju ke TKP ...


Indikasi awal:
Ketika printer dinyalakan LCD panel menunjukkan angka 1 dan kelihatan OK, tapi setelah di perintah print, maka akan muncul error E13 pada MP258 ini. Berikut gambar yg tampil di layar monitor :


Cara Mengatasi Error E13 MP258 :


1. Jika tampil error E13 dengan gambar diatas, berarti catrid warna membutuhkan reset (mengalami runout).

2. Caranya : tekan tombol STOP/RESET agak lama sampai LCD panel berputar, kemudian lepaskan.

3. Jika muncul error lagi E13, berarti catridge hitam juga butuh direset (mengalami runout), dan gambarnya adalah sbb :


4. Caranya sama : tekan tombol STOP/RESET agak lama sampai LCD panel berputar, kemudian lepaskan.

5. Selesai, printer MP258 yg error E13 akan normal kembali.

Hal ini sering terjadi ketika catridge habis selesai direfill kemudian dipasang lagi.

Selamat mencoba...

Sinka Zoo

Sinka Island Park


foto by ferdySalah satu tujuan wisata baru di Singkawang terletak di kawasan  wisata Teluk Karang/Teluk Ma'jantuh. Terletak sebelah selatan kota Singkawang 8 km sebelum memasuki kota Singkawang. Dari pinggir jalan raya Pontianak - Singkawang berjarak 3 km.

 orang utan
Merupakan objek wisata masa depan yang menawarkan fasilitas hiburan modern dan alami, kawasan wisata tepi pantai ini menyajikan pemandangan pantai dan hiburan lainnya untuk keluarga yang ditopang dengan berbagai fasilitasnya seperti delman maupun kuda bagi pengunjung untuk disewa untuk mengelilingi taman rekreasi ini. Selain itu pengelola menyediakan  kolam renang, canteen dan lainnya.


Keunikan taman rekreasi ini terletak di pinggir pantai dan menampilkan hewan-hewan langka lokal maupun luar daerah, taman rekreasi ini juga memiliki jembatan yang dibangun menuju pulau Simping.

foto by iwan


Salah satu fasilitas unggulan adalah Sinka Zoo terletak di sebelah kawasan  Sinka Island Park, tepatnya sebelah selatan dengan jarak 500 meter setelah memasuki Sinka Island Park. bus for zoo adventure fhoto by iwans

Keunikan kebun binatang ini terletak diberbagai penjuru mengelilingi gunung dan nampak keindahan laut dari atas gunung tersebut yang menampilkan hewan-hewan langka lokal maupun luar daerah, taman rekreasi ini juga memiliki mobil pembawa wisata untuk mengelilingi gunung.


big crocodile fhoto by iwans

Taman Bougenville

Taman Bougenville

bunga di taman

Merupakan taman bunga yang terletak disebelah selatan tepatnya di Desa Sijangkung dan berjarak ±6 km dari kota Singkawang, posisinya terletak di kaki bukit berlatar belakang Gunung Pasi dan dikelilingi area hutan dan perkebunan. Taman ini memiliki luas 1,5 Ha, walaupun bunga bougenville yang menjadi tampilan utama, namun terdapat pula beragam bunga-bunga lainnya dan penataan taman yang asri untuk dapat dinikmati keluarga dan muda-mudi. Fasilitas yang disediakan untuk pengunjung relatif telah memberikan kesan 'kenyamanan" untuk dinikmati, mulai dari sarana publik seperti tempat parkir, musholla, pondok-pondok tempat bersantai, rest room, cafetaria, kolam renang mini untuk anak-anak hingga hutan homogen yang dinamakan "Area Super Sejuk" dan dapat digunakan untuk area fotografi pengantin, alam dan sebagainya. Dilengkapi keramahan yang menyapa anda dari tiap ruang hingga sajian menu sesuai keinginan anda. Datang dan biarkan mata serta jiwa anda menikmati indahnya panorama alam di Taman Bukit Bougenville.
Pasar Hongkong

pasarhk 1 pasar hk2
foto hk3

Pusat jajanan yang bercirikan nuansa kota Singkawang di waktu malam hari...... Pasar hongkong  juga sebagai tempat persinggahan bagi orang luar kota yang melintasi singkawang jika mereka ingin mencari makanan atau kue_kue. terdapat macam2 jajanan... nasi padang,bermacam kue Dsb........