Senin, 28 Maret 2011

Kura_kura beach

Singkawang,-Mempertahankan kondisi alam yang asli bisa menjadi konsep pengembangan objek wisata di Kalbar. Pantai Kura Kura dikelola memperhatikan konsep tersebut. Lingkungan pantai dipertahankan keasriannya sehingga turis asing pun tertarik menikmati keindahan alam. 

Pantai Kura Kura dalam kurun waktu satu tahun mulai dikenal. Pantai terletak di Kabupaten Bengkayang. Untuk mencapai lokasi wisata itu, dari Pontianak harus menempuh jalan sekitar 110 km selama 3 jam untuk sampai ke Tanjung Gundul. Bila dari Singkawang perjalanan ke Tanjung Gundul bisa mencapai 20 menit karena jaraknya sekitar 15 km. Setelah sampai ke areal Tanjung Gundul, kita harus meneruskan perjalan sekitar 3 km untuk dapat mencapai pantai Kura Kura yang berada di balik bukit kecil di bibir pantai.

Sampai dilokasi kita akan terpesona melihat keindahan alam. Terlihat dua Cottage dan satu Dangau. Tempat itu semuanya terbuat dari bahan-bahan alam. Dindingnya terbuat dari kayu, atapnya dari Rumbia, lantainya dari batu bata dan arsitekturnya menyerupai rumah penduduk di kampung. Satu

Cottage dipergunakan untuk tempat tinggal, disitulah pemilik dan pengelola Pantai Kura Kura menetap. Satu Dangau dan Cottage diperuntukan bagi turis ataupun tamu yang berkunjung ke sana. Dalam Cottage berukuran 7 x 10 meter ada dua kamar, sedangkan di Dangau tidak ada kamar.

Sekitar sepuluh meter dari tempat itu, terlihat jelas hamparan pasir berwarna kuning emas yang bersih. Bibir pantai yang landai dan masih asri itu, yang dikelola sekitar 700 meter. Air laut nan biru semakin menambah suasana pantai indah. Melalui pantai itulah kerap kali Kura Kura (Binatang langka yang dilindungi,red) naik ke darat untuk bertelur. Ketika hari mulai senja di ufuk Barat tampak matahari tenggelam, maka pemandangan alam yang indah dapat disaksikan. Keindahan alam karunia

Illahi, tak akan dapat dijumpai seperti negara yang memiliki empat musim.

Pemandangan ke arah laut natuna yang luas dan terlihat jelas beberapa pulau. Seperti pulau Kabung dan Penata. Saat malam menjelma, tak ada cahaya listrik di pantai Kura Kura. Hanya mengandalkan sinar bulan dan cahaya bintang dilangit. Terasa indah ketika kita menikmati syahdunya alam pantai ketika malam hari.

Di Cottage pun, tak akan kita jumpai terangya lampu listrik. Yang ada adalah cahaya lampu minyak, yang bersahabat dengan lingkungan. Suasana kampung sangat terasa.

Menurut Charlie Robertson dan Siska Robertson pemilik dan pengelola Pantai Kura Kura, sudah setahun lebih mereka menetap di lokasi pantai. melihat potensi alam yang indah, maka daerah itu dikelola untuk kepentingan wisata. tujuan utama adalah bagi turis luar negeri. Karena turis luar akan sangat tertarik dengan objek wisata yang alamnya masih asli. "Suasana pantai tetap kami pertahankan agar tetap asli. Kita tidak ingin pantai ini terlalu banyak dibenahi,'' katanya.

Salah satu alasan mendasar mereka tetap mempertahankan lingkungan, adalah karena dipantai itu sering disinggahi Kura Kura. Hewan yang dilindungi itu bertelur dipatai, dan tetap dilindungi mereka. Makanya, ketika malam hari pengelola pantai hanya menggunakan lampu minyak untuk penerangan. (*)
Meski baru setahun dikelola, namun keindahan alam di Pantai Kura Kura sudah terkenal hingga ke mancanegara. Pantai pasir emas dipadu dengan birunya air laut dan lingkungan yang masih asli menjadi daya tarik bagi turis. Bahkan daya tarik pantai bisa mengalahkan pantai kuta di Bali.

Awal November 2003, Charlie Robertson dan Istrinya Siska Robertson mulai tinggal di Pantai Kura Kura. Mereka mendirikan cottage untuk tempat berteduh dan mulai menjaga dan mengelola pantai yang masih asli itu. Pohon kelapa yang sudah tua ditebang diganti dengan bibit kelapa yang baru. Lahan yang gersang di lereng bukit ditanami pohon, sedangkan kawasan pantai tetap dipertahankan keasliannya. Pantai itu sangat bersih dengan hamparan pasir warna kuning keemasan. Ini menjadi daya tarik bagi turis asing.

Menurut Charlie, warga asal Skotlandia itu, sejak pantai kura kura (Kura Kura Beach) dikenalkan ke mancanegera, sudah ada beberapa turis asing yang menikmati keindahan alam di pantai. Sebut saja turis dari Slovenia, Amerika Serikat dan Belanda pernah berkunjung. Umumnya turis menikmati keaslian alam lebih dari satu minggu. Mereka betah mandi di pantai, berjemur dipasir dibawah sinar matahari, menikmati sunset, dan menikmati angin malam dibawah temaran cahaya bintang di langit. Bosan dengan suasana dipantai, turis berkunjung ke kampung yang tak jauh dari pantai. Mereka berbaur dengan masyarakat tradisional. "Turis asing sangat tertarik dengan suasana alam yang masih asli dan suasana perkampungan yang tradisional, kerena di negara-negara maju suasana seperti itu tak akan pernah dapat mereka jumpai," kata Charlie.

Untuk lebih memperkenalkan Kura Kura Beach ke luar negeri, Charlie dan Siska sampai membuat website www. Kurakurabeach.com, sayangnya situs ini masih underconstruction. " Satu saja kendala di Kura Kura Beach, sinyal telekomunikasi telepon seluler belum bisa ditangkap dengan jelas.

Mungkin kedepan perlu dipertimbangkan agar di Pantai ini ada dapat sinyal," harapnya. Pengembangan ke depan, pasangan suami istri ini menginginkan, dunia pariwisata di Kalbar ini harus mempunyai jaringan yang terpadu. Organsisasi pariwisata, pengusaha travel dan transportasi serta pengelola objek wisata harus memiliki jaringan dalam mengembangkan wisata. Sehingga turis yang datang dapat merasakan pelayanan yang optimal, dan keamanan mereka terjamin. " Bila kenyamanan dan keamanan dari turis asing yang berkunjung ke kalbar ini terjamin maka objek wisata di Kalbar akan banyak lagi dikunjungi turis," katanya. ***
Singkawang,- Hal menarik yang tak lazim dijumpai dikawasan pantai lain adalah Kura Kura sering mendarat dipantai untuk bertelur. Karena itu pantai pun diperkenalkan dengan nama Pantai Kura Kura atau Kura Kura Beach. 

Pantai yang landai dengan pasir emas yang bersih membuat Kura Kura kerap kali singgah. Ratusan hewan langka itu bisa mendarat puluhan meter dari bibir pantai ke darat. Mereka mengeluarkan ratusan telur untuk berkembang biak. Kemudian kembali menjelajahi laut dan samudera di dunia ini. 

Sampai Pantai Kura Kura dikelola oleh Charlie Robertson dan Siska Robertson, di kawasan Pantai Kura Kura seluas 3 ha itu sering dijumpai Kura Kura bertelur. Hewan yang bisa hidup ratusan tahun itu, tampak masih betah menyinggahi kawasan pantai. Mungkin salah satu alasannya adalah kawasan itu masih terpelihara keasliannya. 

''Karena di sini masih sering disinggahi Kura Kura, maka akhirnya pantai ini dinamakan Kura Kura Beach,'' kata Siska Robertson warga Kalbar itu. 

Bila musim Kura Kura bertelur, tak jarang masyarakat setempat menunggu dan mengambil telur-telur itu untuk dijual. Hal ini telah lama menjadi penghasilan masyarakat untuk menambah biaya hidup. Namun perlahan tapi pasti pengelola mulai menyadarkan warga untuk tidak secara sporadis untuk mengambil telur Kura Kura semuanya. Tinggalkan lima puluh persen bagi kelangsungan hewan langka itu berkembang biak. Bahkan masyarakat diajak untuk mengembangkan pariwisata di pantai kura kura dan menjaga keaslian alam. Sebagai ganti masyarakat yang mengadalkan mengambil telur kura kura, pengelola pantai mengambil pekerja lokal untuk membuat Cottage dan Dangau. Cottage dibuat dengan bahan alam dan akan terus ditambah bila pantai ini makin dikenal. 

''Dalam menjaga keaslian alam di pantai ini, kita juga memperhatikan kelangsungan hidup dari Kura Kura. Kita akan sangat senang bisa melihat hewan itu menetas dan dapat hidup kembali ke alamnya,'' ujar Siska. 

Pengelola dalam mengembangkan pantai sangat memperhatikan dan menjaga agar kawasan pantai tetap asli. Mereka ingin menciptakan suasana alam yang asli. Mungkin bagi turis lokal suasana seperti itu tidak terlalu menarik. Namun bagi turis asing alam yang asli menjadi daya tarik yang paling mereka gemari. Makanya pengelola tidak menjadikan target turis lokal untuk berkunjung, tapi yang menjadi target adalah turis luar. ''Kita ingin menginformasikan kepada turis luar bahwa Kalbar ini objek wisatanya sangat indah dan menarik untuk dikunjungi,'' katanya bertekad memperkenalkan wisata pantai yang terletak di Kabupaten Bengkayang itu. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar